oleh : ARMI
Generasi Z (Gen Z) saat ini di Indonesia berjumlah kurang lebih 33 persen. Generasi Z, saat ini rata-rata berstatus sebagi pelajar di sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas atau sebagain kecil sudah menjadi mahasiswa. Generasi Z sejak lahir sudah akrab dengan teknologi informasi, oleh karena itu mereka sangat menguasai pemanfaatan internet melalui media gadget, dan media sosial lainnya. Mereka beraktifitas, bermain dan belajar dengan android /gadget maupun dengan komputer/ laptop. Mereka sangat mahir berselancar di dunia maya, mencari dan menggali ilmu pengetahuan, games dan lain sebagainya dengan memanfaatkan internet.
Menghadapi Tantangan abad 21 generasi Z harus dipersiapkan dengan baik melalui sistem pendidikan yang mantap dan tangguh, yakni sistem pendidikan yang bersifat flexibel, akomodatif dan berorientasi pada pembentukan karakter. Model pembelajaran yang akan disenangi oleh generasi z adalah model pembelajaran yang akrab dengan sentuhan teknologi informasi dan komunikasi, ramah terhadap media sosial, dan memiliki sikap kreatif serta inovatif.
Terlebih lagi, generasi Z lahir dalam derasnya arus informasi dan pesatnya perkembangan teknologi. Sejak bayi, generasi ini sudah biasa terpapar gawai, internet, dan media sosial. Beberapa karakteristik generasi Z berbeda dibandingkan generasi lainnya adalah pola pikir yang cenderung kritis, kreatif, dan terbuka. Dengan karakteristik yang berbeda, maka sistem pembelajaran yang dapat diterapkan kepada generasi Z ini juga berbeda. Kemajuan teknologi telah membersamai dan membantu mereka dalam segala aktivitas sehari-hari baik belajar, bermain game, dan bersosialisasi. Kedekatan dengan teknologi itulah yang membuat mereka mulai tidak terbiasa dengan sesuatu yang ‘konvensional’. Salah satu bentuk ‘yang konvensional’ tersebut adalah kegiatan belajar-mengajar menggunakan papan tulis di dalam kelas.
Saat ini, model pembelajaran yang banyak digunakan oleh generasi Z adalah model pembelajaran yang banyak menggunakan audio dan video digitalisasi. Guru-guru juga dapat melibatkan media sosial untuk dapat membuat siswa lebih tertarik untuk mengikuti pembelajaran dengan semangat.



