Oleh Dr. H. Yuliana Aristian, S.Pd., M.MPd.

Bagi kebanyakan orang kecil, Lebaran adalah ekspresi budaya seperti membeli pakaian baru, menyiapkan makanan enak, mudik, ziarah kubur dan lain-lain. Mengapa budaya itu ada? Mungkin sebagai sarana hiburan bagi kita orang kecil, yang mana pada hari dan bulan lain kita sibuk mencari sesuap nasi dan hanya memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Gali lubang tutup lubang, begitulah keseharian kita.
Di hari biasa kita tak sempat dan tak mampu untuk membeli pakaian baru, makanan enak, tak mampu berkumpul dengan keluarga tercinta, dan tak sempat ziarah kubur pada orang- orang tercinta yang telah mendahului kita.
Lebaran budaya kita orang kecil, orang yang biasa terpinggirkan dan di hari Lebaran lah kita menemui momentnya, karena di hari dan menjelang Lebaran perusahaan memberikan THR, orang kaya bersedekah, saudara kaya membagi angpau, pemerintah memberikan fasilitas dan lain sebagainya.
Menjelang Hari Raya Idul Fitri, saya ingin membagikan THR untuk kita. Ini merupakan sifat yang sangat baik sebagai pembuktian ibadah dari sekian banyak poin keberhasilan ibadah Ramadhan. Jadi bukan THR dalam bentuk uang.
- Taubat
Taubat itu kembali kepada Allah SWT. Meskipun Dia dekat, tapi dosa membuat kita merasa jauh dengan-Nya. Puasa Ramadhan memberi jaminan ampunan dosa bila dilakukan karena iman dan mengharap Ridha Allah SWT. Taubat membuat Allah mencintai kita dan kitapun kembali menjadi manusia tanpa dosa.
- Husnuzan
Ini adalah sikap berbaik sangka kepada Allah SWT sehingga apapun yang datang dari-Nya kita yakin ada kebaikannya, meskipun kita tidak suka dan tidak menyenangkan secara duniawi. Baik sangka juga kepada diri sendiri bahwa kita bisa lebih baik. Dan baik sangka kepada orang lain mulai dari baik sangka kepada istri/suami, anak, orang tua dan kepada siapa saja.
- Ridha
Ridha atau rela atas apa yang sudah kita peroleh, meskipun belum sebanyak yang kita inginkan. Ridha juga atas ketetapan dan takdir Allah SWT. Terima saja ditakdirkan menjadi laki-laki, jangan lagi ingin jadi wanita. Terima saja diatur dengan segala ketentuan, jangan menolak aturan-Nya.
THR membuat hidup kita menjadi nikmat dan menyenangkan.
Mari berlebaran saudara – saudaraku!
Semoga Alloh memberi perlindungan dalam perjalanan mudik, selama di udik, dan selamat kembali ke kota. Aamiin. ”
”
Penulis : Dr. H. Yuliana Aristian, S.Pd., M.MPd.
Edited and Published by Tim IT SKB Pandeglang
Copyright © SKB Pandeglang
e-mail : [email protected]
Instagram : skbpandeglang
Tiktok : skbpandeglang
Youtube : youtube.com/@skbpandeglang2023



